HASIL MUNAS PCMI I

KEHANGATAN MUNAS PCMI I

Matahari hangat begitu cerah. Sayup-sayup terdengar kicauan burung saling bersahutan, melengking, berirama riuh rendah menciptakan sebuah harmoni yang begitu pas dengan kehangatan pagi itu. Hari itu, Sabtu 7 Januari 2012 di Taman Kuliner Yogyakarta sedang akan berlangsung sebuah hajatan para penggemar burung mungil yang berjuluk Pleci (Zosterops).

Kerumunan kian bertambah seiring dengan berlalunya waktu. Kendaraan dengan nomor-nomor luar daerah terlihat mulai berjajar di area parkir. Bogor, Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Kediri, Surakarta, dan masih banyak lagi. Sebagian besar mereka mengenakan seragam T-Shirt bertuliskan PCMI (Pleci Mania Indonesia). Para pleman (plecimania), demikian mereka menamakan diri mulai terlihat riuh dan saling berjabatan. Pleman Yogyakarta yang dikomandani Budi Vantoro, sebagai tuan rumah mengenakan seragam T-Shirt merah dengan tulisan PCMI Korwil Yogyakarta. Berpuluh pleman berkaos merah terlihat begitu hangat menyambut sahabat-sahabat pleman yang datang saling menyusul. Suasana kehangatan PCMI mulai merebak seiring dengan kicauan burung-burung Pleci yang mereka bawa. Keakraban dan kehangatan yang luar biasapun akhirnya terwujud.

Perhelatan MUNAS PCMI I yang diselenggarakan di Yogyakarta, tepatnya di Taman Kuliner Condongcatur Yogyakarta, mengusung beberapa acara inti yaitu:

1. Penetapan Kriteria Penilaian Lomba Burung Pleci

2. Konservasi / Penangkaran Burung Pleci

3. Pengukuhan Pengurus PCMI

Dibanding dengan beberapa jenis burung berkicau lain yang telah lama masuk dalam Kelas Lomba Burung Berkicau seperti Anis Merah, Murai Batu, Cucak Hijau, Lovebird, dan jenis-jenis lain Kelas Pleci masih tergolong baru. Burung Pleci masuk dalam jajaran atau deretan Kelas Lomba Burung Berkicau di Indonesia terhitung 1 (satu) tahun terakhir . Itupun hanya pada wilayah kota-kota tertentu di Pulau Jawa. Karena kebaruan dan keunikan kicauan burung Pleci itu sendiri, maka dalam Munas PCMI I ini agenda Standart Kriteria Penilaian Burung Pleci menjadi sangat urgent. Berbagai masukan tentang masih banyaknya kerancuan dalam penilaian burung Pleci dalam lomba menjadi dasar utama untuk segera ditetapkannya kriteria penilain  dalam lomba burung Pleci tersebut. Dengan adanya kriteria yang dicanangkan dan disepakati oleh para penggemar / pecinta burung Pleci tersebut maka sangat diharapkan kerancuan yang selama ini terjadi dapat diminimalisir.

Akhirnya setelah melalui perdebatan yang alot namun ramah, berbagai pengalaman yang begitu banyak tertumpah, tercapailah beberapa kesepakatan kriteria dalam penilaian lomba berkicau burung Pleci. Berangkat dari criteria dasar penilaian lomba burung berkicau ada 3 point yang menjadi dasar utama, yaitu:

1. Irama / Lagu

2. Volume / Suara

3. Gaya / Fisik

PENJELASAN:

Irama / Lagu:

Burung Pleci akan mendapat point yang tinggi (bagus) bila mampu berkicau dengan irama atau lagu yang bagus. Dia harus mampu mengeluarkan suara alunan nada yang teratur dan serasi. Nada-nada suara yang tercampur dengan baik berkaitan erat dengan frekuensi gelombang suara. Dari situlah kicauan burung Pleci akan terdengar selaras, keindahan lagu yang dibawakan terdengar nyaman bagi indera dengar manusia. Bila seekor burung Pleci memiliki khasanah (perbendaharaan) lagu yang banyak, ditunjang dengan kondisi yang fit, maka dia akan sanggup untuk melantunkan semua perbendaharaan nada dan lagu yang dimilikinya. Dalam hal ini perlu diketahui bahwa burung Pleci yang melantunkan lagu TIDAK SAMA DENGAN burung Pleci yang berbunyi. Burung Pleci yang melantunkan lagu artinya suara mereka mengandung musik, memiliki intonasi (nada), vibrasi yang dihasilkan teratur. Burung Pleci yang hanya berbunyi, vibrasi yang dihasilkan tidak teratur, maka tidak mungkin ditentukan nadanya.

Burung Pleci adalah burung peniru yang hebat, mereka mampu mengadopsi suara-suara burung lain yang ada disekitar mereka. Namun sangat jamak diketahui bahwa hampir semua perbendaharaan lagu tersebut akan mereka lantunkan ketika mereka berada dalam kondisi relaks atau santai. Mereka akan membongkar semua alunan nada yang mereka miliki sambil terantuk-antuk, menggoyangkan kepala dan badan. Kondisi menyanyikan suara seperti itu dikenal dengan nama ngeriwik. Apakah burung Pleci yang ngeriwik pada saat dilombakan akan mendapat point tinggi? Jawabnya BELUM TENTU dan dapat pula TIDAK. Jika ada 10 (sepuluh) burung Pleci yang dilombakan dan 9 (Sembilan) diantaranya diam (tidak mengeluarkan suara), maka 1 (satu) burung Pleci yang ngeriwik sangat mungkin memiliki point yang tertinggi. Maka dari itu terdapatlah point yang ke 2 (dua) yaitu Volume / Suara.

Volume / Suara

Kriteria dalam Volume / Suara suara burung Pleci yang mendapatkan point tinggi adalah suara burung Pleci yang memiliki intensitas yang kuat. Dia memiliki pita suara yang kuat, sehingga amplitudo getaran yang dihasilkan oleh pita suara mereka adalah suara yang keras dan lantang. Untuk dapat menghasilkan suara yang kuat dan lantang tersebut seekor burung Pleci akan membuka paruh mereka, menggetarkan seluruh anggota bagian tubuh yang terlewati oleh gelombang suara tersebut. Maka sering terlihat, burung Pleci yang mampu menghasilkan suara kuat secara kasat mata akan terlihat kerongkongan mengembang, leher naik turun, dan membuka paruh maksimal. Istilah yang sangat lazim digunakan, juga di negara-negara yang sudah cukup lama melakukan lomba burung Pleci adalah FULL BUKA!!! Artinya puncak aktivitas anggota tubuh seekor burung Pleci dalam mengeluarkan suara lantang adalah membuka paruh mereka. Perlu dicatat! Kualitas suara TIDAK HANYA DINILAI dari intensitas (kuat atau lemah) suara saja. Harus ada nada (bass atau treble) nya suara, harus ada pula timbre (nada yang sama namun disuarakan dengan bunyi yang berbeda). Dengan kata lain BUKAN burung Pleci yang berkoar-koar keras tanpa nada dan timbre yang akan mendapat point yang tinggi. Namun suara burung Pleci yang lantang, memiliki nada tinggi rendah yang berirama, jernih (tidak serak/ parau) yang pantas mendapat predikat volume / suara berkualitas.

GAYA / FISIK     

Gaya yang menjadikan seekor burung Pleci mendapat point yang tinggi adalah NAGEN, tenang mencengkeram tenggeran pada saat melantunkan lagu dalam arena lomba. Burung Pleci yang berkicau sambil berloncat-loncat tentu akan mengurangi point dalam GAYA / FISIK. Dalam keadaan nagen tersebut mungkin ada seekor burung Pleci yang buka ekor, buka sayap, tentu itu akan menambah point. Fisik yang mendapatkan point tinggi adalah burung Pleci yang sehat, ditandai dengan warna bulu yang bersih, kering, cerah (tidak kusam), kloaka bersih, kaki dan kuku bersih, komponen anggota tubuh dan bulu lengkap (tidak cacat).

Akhirnya MUNAS PCMI I telah menyepakati bersama kriteria-kriteria di atas berikut dengan penjelasannya sebagai acuan dalam Penilaian Lomba Burung Pleci Secara Nasional. Perjalanan masih panjang, dinamika terus berlangsung, namun tonggak telah tertancap dengan kuat dalam MUNAS PCMI I dengan KESEPAKATAN KRITERIA PENILAIAN LOMBA BURUNG PLECI.

II. KONSERVASI

Salah satu tema yang tak kalah menarik dalam MUNAS PCMI I di Yogyakarta adalah tema konservasi atau perlindungan terhadap burung Pleci di Indonesia. Salah satu yang mengemuka disampaikan oleh Ige Kristianto, pembicara tema Konservasi dalam acara tersebut adalah bahwa PEMBATASAN DIRI adalah salah satu hal yang mendasar dalam hal konservasi burung, termasuk Pleci. Bagaimana penghobis burung membatasi diri untuk merasa cukup dengan memiliki beberapa burung menjadi kunci utama gerakan pelestarian. Maka, PEMBATASAN DIRI mutlak harus digaungkan dan dilakukan oleh semua anggota PCMI serta ditularkan kepada siapapun. Masih dari Ige Kristianto, yang merupakan seorang peneliti dunia perburungan dari Yayasan Kutilang Indonesia, bahwa PCMI patut menjadi contoh gerakan konservasi burung pada umumnya. Di Indonesia, biasanya, gerakan konservasi untuk jenis burung tertentu digalakkan manakala burung tersebut sudah berada pada ambang kepunahan. Betapa membanggakan bahwa PCMI yang baru seumur jagung, yang dalam MUNAS pertamanya bergegas untuk mengusung tema konservasi.

Indonesia memiliki jumlah jenis Zosterops yang cukup banyak. Sangat tidak menutup kemungkinan salah satu jenis Pleci yang ada di Indonesia adalah burung Pleci dengan nyanyian terbaik. Untuk itu, pelestarian Pleci adalah sebuah keharusan. Gerakan PENANGKARAN BURUNG PLECI, harus dimulai dan dimotori oleh para anggota PCMI. Grand Bonus telah menanti bagi siapa saja yang berhasil menangkarkan burung Pleci. Tentu keberhasilan tersebut harus benar-benar dapat dibuktikan dengan adanya pencatatan (record), dokumentasi, dan bukti otentik indukan dan anakan-anakannya. Tidak tanggung-tanggung dana cash 10 (sepuluh) juta siap akan digelontorkan sebagai tanda ucapan selamat atas segala pengorbanan dan ketangguhan dalam menangkarkan burung Pleci. Bila dinilai secara ekonomi tentu jumlah tersebut bukanlah jumlah yang sepadan dengan jerih payah yang dilakukan seseorang yang akan mencoba menangkarkan burung Pleci.

Ah, rasanya tidak perlu lagi mengulur waktu, jika memang plecimania, mengapa tidak segera bergegas untuk melakukan tindakan melestarikan burung Pleci tercinta.

III. PENGURUS PCMI

Menjelang akhir acara formal akhirnya telah dikukuhkan bersama oleh semua anggota PCMI yang hadir dalam MUNAS PCMI I susunan beberapa Pengurus PCMI.

Penasehat  PCMI                   : Irvan Sadewa, Agung Budiman

Pembina PCMI                        : Macarius Sukotjo

Ketua Umum PCMI                 : Istono Yuwono

Sekretaris PCMI                     : Budi Prawoto

Bidang Lomba & Event PCMI : Anditya Kurniawan, Lilik Eko

Beberapa jajaran susunan kepengurusan masih dalam proses. Dalam MUNAS PCMI ke 2 nanti akan tersusun jajaran lengkap Pengurus PCMI sekaligus pengesahan AD/ART PCMI.

Senja menjelang, namun kemeriahan belum kunjung padam. Masih terdengar kicauan alunan suara burung Pleci di penghujung acara. Para anggota PCMI kembali saling berbaur, bersendau gurau, beramah – tamah dalam kehangatan.

Bravo PCMI brotherhood!

Pembicara, Moderator dan MC dalam Acara MUNAS PCMI I:

Irvan Sadewa, Istono Yuwono, Agung Budiman, Ige Kristianto, Budi Prawoto (Moderator), Pak Min (MC).

Komentar
  1. adang AJII mengatakan:

    Saya selaku insan penilai burung kicauan mengucapkan selamat atas terselenggaranya munas PCMI 1 Dan hal itu bagi saya merupakan suatu acuan bagi penilaian lomba burung di kelas pleci yng akhir2 ini menjamur di berbagai daerah baik di lomba besar, lomba regional maupun di latberan Dan dengan pakem penilaian tsb inyaalah Akan sy realisasikan pd saat sy Dan Reken2 Juri bertugas….bravo pleci mania

  2. penggemar pleci mengatakan:

    pada latihan di taman kuliner pada hari sabtu tgl 10 maret 2012, penjurian latihan di taman kuliner tidak fair…pleci yang dapat koncer A (juara 1) seharusnya tidak masuk dalam penilaian….burung plecinya kurang rajin bunyi, isiannya ga keluar..jangan2 ada sabotase….tolong di perhatikan….

    salam pleci mania

  3. masboy (@mas80y) mengatakan:

    klo pleci didikan saya layak ikut tampil ngak om tolong bimbinganya dunk

    mohon di koreksi di http://www.youtube.com/user/TheBoygrek/videos

    du tunggu bimbinganya thax salam pleci joos

  4. jenjen mengatakan:

    cr jd anggota gmn? tks…

  5. sutopo mengatakan:

    sip mantap tapi saya mau intermeso aja nih aku kan , latber di suatu tempat di jogja maaf aku gak sebut namanya tempat itu karena gak etis ya… gini om pcmi kenapa kok dalam penjurian di tempat tersebut di komandoi oleh satu orang juri padahal kan jurinya ada 3 orang kenapa hak 2 orang juri tersebut harus konfirmasi dulu dengan juri yang 1 itu. padahal dari kedua juri itu kan mempunyai hak penilaian masing-masing juga, betul tidak…la baru hasi ke 3 juri tersebut di kumpulkan dan di putuskan bersama , yg 2 juri tersebut tidak usah minta pertimbangan oleh 1 juri tadi.langsung aja kasih nilai trus musawarah betul tidak om… gimana ini menurut om PCMI…

  6. ICal mengatakan:

    emg agak bingung dengan penjurian PCMI ini terutama di PCMI Capter Tegal, Pleci ngalas tanpa ngeroll panjang, tanpa isian dan ngalas berhenti2 kok bisa jadi juara 1 dalam setiap Latberan. dn benar kata om Sutono bahwa Juri 1 bisa mempengarui penilaian ke 2 juri lain’y.

  7. Agus Taufiq mengatakan:

    selamat malam .
    mohon pencerahan supaya Pleci pisiknya bagus bagaimana ya caranya ( Nagen). trus pakan yang bagus yang halus atau kasar.

  8. febri surabaya mengatakan:

    hidup pleci……. smoga bisa jaya selamanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s